Diogenes dari Sinope,Kebebasan yang Ditertawakan Dunia.


Diogenes salah satu filsafat yang saya kagumi dan mengubah pendapat saya tentang kekayaan.

Lahir di kota Sinope sekitar 412 SM, Diogenes mengalami pengasingan dari tanah kelahirannya karena dituduh memalsukan mata uang. Sebuah ironi yang kelak menjadi metafora hidupnya ia akan "memalsukan" nilai-nilai masyarakat untuk membuka mata tentang apa itu hidup yang autentik.

Ia pindah ke Athena dan menjadi murid Antisthenes filsuf keras yang juga pengikut Socrates. Dari gurunya ia mewarisi semangat hidup sederhana dan anti-kemapanan.

Jika Antisthenes merintis filsafat Sinisme, maka Diogenes menjadikannya hidup. Ia tinggal di jalanan, tidur dalam gentong, meminta makanan, bahkan tak segan melanggar norma hanya untuk menggugat kemunafikan masyarakat. Ia dianggap gila, menjijikkan, bahkan berbahaya namun tak pernah bisa diabaikan.

Filsafat Anjing,Kebebasan Tanpa Ilusi.


Dari kata kynikos berarti "seperti anjing" Sinisme bukan hinaan bagi Diogenes, tapi pujian. Seperti anjing, ia hidup tanpa pura-pura, tanpa topeng sosial. Ia tidak tunduk pada kekuasaan, tidak takut lapar, dan tidak malu pada tubuhnya sendiri.

Baginya, manusia telah dikorupsi oleh budaya dan sistem sosial pendidikan yang diajarkan untuk mencari pekerjaan, etika yang tunduk pada kekuasaan, dan nilai yang ditentukan oleh status. Maka, hidup radikalnya adalah perlawanan.

Diogenes pernah berkata :
Aku melihat orang-orang menumpuk harta, membangun rumah, mencari kehormatan. Aku memilih menjadi manusia yang tidak memiliki apa pun, dan tak takut kehilangan apa pun.
Sekian dulu cerita saya terima kasih 



Adi Pranata IX B 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Socrates:filsuf yang mengubah dunia dengan pertanyaan.

Xenophon: Penulis, Prajurit, dan Filsuf Yunani Kuno yang Mencatat Memorabilia Socrates.